Empat Tahapan Dalam Perkawinan

Ada 4 tahap kehidupan dalam perkawinan. Setiap tahap berdurasi 5-7 tahun. Kita ambil contoh yg 5th seperti repelita zamannya cang Ato, rencana perkawinan lima tahunan.

- lima tahun pertama.
- lima tahun kedua.
- lima tahun ketiga.
- lima tahun keempat

Lima tahun pertama masa perkawinan, itu masalah selangkangan, sex. Permasalahan sex harus sudah bisa dituntaskan pada tahap ini. Kepuasan sex antar suami-istri harus sudah diraih dan terpenuhi. Tahap ini yg paling krusial, hubungan dgn mantan. Tiati disitu.

Lima tahun kedua, naik masuk ketahap perut, soal makan. Selesai tidak selesai masalah sex ditahap pertama, tahap kedua tetap akan memasuki tahap perut, kebutuhan makan. Sex bukan lagi prioritas utama, perempuan butuh duit, lelaki butuh masakan enak. Kalo masalah sex belum tuntas pada tahap pertama, dalam tahap kedua punya dua masalah sex dan perut. Jika keuangan tidak bertumbuh dan berkembang, keributan keluarga antar suami istri mudah meledak. Cinta dan sex menjadi bullshit adanya.

Tahap ketiga naik masuk ke masalah dada, perasaan. Dalam tahap ini suami istri diharapkan sudah dapat saling "merasakan" perasaan pasangannya. Tahap yg paling aneh, berharap masing-masing pasangan menjadi "orang pinter" bisa membaca hati/pikiran pasangannya.

Selesai tidak selesai masalah tahap kesatu dan kedua, sex dan perut, tahap ketiga ini harus dihadapi. Yg gagal menyelesaikan kedua tahap sebelumnya akan menghadapi tiga masalah sekaligus dalam tahap ini. Perceraian banyak terjadi disini.

Sex salah satu cara menyelesaikan masalah, jika suami istri bertengkar lakukan hubungan sex yg hebat, biasanya setelah itu bisa damai kembali bahkan lebih erat hubungannya. Itu berlaku pada tahap pertama perkawinan, tapi tidak pada tahap ini. Dah keburu kesel.

Tahap keempat naik ke atas, masalah kepala, pikiran. Suami istri harus sudah berpikir logis, sex, perut dan perasaan sudah bukan bahasan utama. Pake perasaan pada tahap ini dah gak ngefek. Sering terjadi istri logikanya bertambah sementara suaminya stagnan.

Kalau masalah sebelumnya, sex, perut, perasaan belum tuntas akan di carry forwad di tahap ini bersama dgn masalah pikiran. Satu masalah ajah sulit dijalani apalagi empat masalah sekaligus dalam satu tahap, neraka. Perkawinan sekadar hidup bersama tanpa rasa.

Selesai menjalani ke empat tahap ini, seharusnya sudah bebas merdeka dalam arti kata dah bisa menikmati hidup yg bahagia, surga. Banyak orang bisa menjalani semua tahap tapi sedikit orang yg lulus dgn bahagia. Yg ada tercipta luka yg menganga.

Yg lulus dgn bahagia apakah dah selesai dalam masalah perkawinan.? Jangan naif, sepanjang hayat masih dikandung badan, yg namanya manusia gak pernah selesai menghadapi masalah kehidupan. Kembali ke tahap awal, masalah sex.! Orang bilang baligh yg kedua.

Baligh yg kedua sebenarnya "kegilaan sementara", jika kita pahami ini biasanya bisa melewati masa krisis dgn baik tanpa luka yg berarti. Melewati masa ini, 21-25 th perkawinan, sama artinya menuju, memasuki dan melewati kawin perak. Dah termasuk beruntung.!

"Kegilaan sementara" bisa menjadi "gila permanen" apalagi pada masa ini musimnya reuni, baik reuni SLA maupun reuni masa kuliah. CLBK siap memangsa, tiati dgn hal ini. Godaannya sama seperti awal perkawinan, masalah mantan yg belum selesai.!

Tapi jangan khawatir, Tuhan memberikan kekuatan yg luar biasa untuk menyelamatkan lembaga rumah tangga, melalui anak. Yap anak tidak sekadar buah cinta juga perekat suami-istri. Suami-istri yg fokus pada anak, akan diselamatkan Tuhan. Percayalah.

Setelah melewati masa kawin perak, tetiba semua berubah. Hubungan suami-istri dah berubah menjadi semacam kakak-adik, orangtua-anak, teman dsb. Mungkin itu yg disebut "cinta suci". .

Komentar

Postingan Populer