Jiwa Orang Yang Mengalami Kematian
Orang mati itu umumnya tidak sendiri, melainkan berkelompok. Saya sering menyebutnya per kloter (kelompok terbang).
Setiap hari, ribuan orang mati di dunia ini, kadang disitu kita lupa. Sama seperti ribuan orang setiap hari terlahir ke dunia.
Setiap hari, ribuan jiwa turun ke bumi memasuki raga manusia yg tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Setiap hari, ribuan jiwa meninggalkan raganya yg telah mati, kemana.?
Itu pertanyaan yg sulit dijawab oleh orang yg percaya dgn konsep reinkarnasi dan karma.
Bardo Thodol (Buku Kematian pegangan orang Tibet) dijelaskan, jiwa itu melayang-layang, mencari rahim yg akan dibuahi sebagai tempat reinkarnasinya. Dengan visualisai jiwa berjalan-jalan kesuatu tempat sesuai amal perbuatannya ketika masih dalam raga manusia.
Kalau jiwanya baik saat menempati raga sewaktu dalam raga manusia, jiwanya diberikan visualisasi bertamasya ke tempat yg indah2.
Masuk ke suatu tempat (bisa berupa apa saja), saat itulah jiwanya sudah masuk ke raga baru dalam kandungan calon ibunya.
Jiwa yg seperti ini dalam konsep reinkarnasi dan karma ortodoks, disebut masuk surga dan bakal reinkarnasi pada keluarga yg bahagia, menjadi orang yg bahagia.
Sebaliknya, jiwa yg menempatkan raga yg berbuat buruk sebelum kematiannya akan masuk neraka.
Ketika meninggalkan raganya, jiwa yg jahat akan diberikan visualisasi yg seram. Berjalan-jalan ke tempat yg seram2 (gambaran neraka) sampai ketakutan, masuk ketempat yg menurutnya aman, seperti goa dan sebagainya.
Ketika itulah jiwanya masuk ke raga baru.
Raga yg masih berada di dalam kandungan calon mamanya, keluarga yg menderita tidak bahagia. Menjadi anggota keluarga yg tidak bahagia, menderita.
Intinya, setelah jiwa meninggalkan raganya yg telah mati, melayang-layang kagak jelas tujuannya.
Pemahaman Bardo Tudhol ini, pengembangan dari pemahaman budhis yg juga tidak menjelaskan, kemana tujuan jiwa setelah meninggalkan raganya.
Sekadar menjelaskan masuk surga atau neraka, setelah itu reinkarnasi.
Perlu diketahui, tradisi budhis pun mengenal neraka jahanam seperti pemahaman tradisi islam.
Neraka jahanam dalam tradisi islam, dalam budhis disebut neraka Avici.
Gambaran kekejaman dalam neraka itu sama. Bisa dilihat videonya dalam youtube.
Tulisan ini hendak menjelaskan kemana perginya jiwa setelah meninggalkan raganya, yg tidak ada dalam penjelasan baik agama samawi maupun dalam agama ardhi.
Pengetahuan ini didapat yg secara kebetulan melalui regresi hypnosis, termasuk pastlife.
Regresi hypnosis semula dimaksudkan untuk menggali kembali memory yg "hilang", dengan cara mencari moment yg disembunyikan dalam pikiran.
Dengan cara bertahap, biasanya mundur kebelakang 5th, terus kelipatan 5th, bisa juga 10th, begitu sampai nol th.
Regresi hypnosis ini mampu menggali kembali ingatan saat seseorang masih batita (bawah tiga tahun) yg secara alamiah akan terlupakan.
Dimana sering terjadi pada usia tsb, banyak anak yg mengalami kejadian yg akan membuatnya traumatis.
Mendapat perlakuan yg buruk dari orangtua atau saudaranya atau orang lain. Demi kebaikannya, alam membuatnya lupa, amnesia.
Terapi regresi ini biasanya dibutuhkan manakala seseorang merasa ada yg "aneh" dan menganggu kehidupannya, namun tidak jelas.
Tidak dibutuhkan kalau kehidupan biasa-biasa saja. Untuk ketawa bersama, kadang terjadi orangtua yg sedang main kuda-kudaan malam-malam, anaknya bangun melihat perilaku orang tuanya yg dianggap "aneh". Itu bisa jadi trauma kalo tidak dibuat amnesia.
Tidak mengapa saat main kuda-kudaan atawa doggy-doggyan keciduk sama anaknya yg masih batita, tidak bakal diingat.
Tiati jika anaknya sudah berusia diatas 3th, bijaklah dalam memberi nafkah batin sama istri, aturlah sedemikian rupa biar kagak keciduk anak.
Kebalikan regresi hypnosis adalah progresi hypnosis, melihat cuplikan-cuplikan yg akan dialami oleh seseorang. Ini berkaitan dgn alam jiwa, juga deja vu dalam pendekatan spiritual, nanti penjelasannya.
Kembali ke regresi hypnosia yg sampai pada nol tahun.
Dalam regresi hypnosis yg cuma sampai nol tahun usia seseorang paling jauh sampai saat masih dalam kandungan ibunya, bisa terjadi melebihi itu. Kalau itu terjadi masuk ke past life hypnosis.
Reinkarnasi menjadi banyak dipercaya karena itu. Alam bawah sadar.
Tapi itupun sekadar paparan saat reinkarnasi, tidak menjelaskan saat jiwa jeda antar kehidupan, tidak menjelaskan kemana perginya jiwa setelah kematian raganya.
Untuk mengetahui kemana jiwa setelah kematian raganya perlu hyonosis yg lebih dalam lagi.
Gunanya untuk mengakses "alam atas sadar", alam jiwa, tempat semua jiwa berawal dan berakhir dalam arti tidak lagi reinkarnasi, kita sering mendengar dgn sebutan "moksa" yg sering disalah artikan matinya menghilang bersama raganya, kuburannya tidak ada.
Berbagi macam yg jiwa lakukan setelah kematian raganya. Jiwa yg sudah tua dalam artian sudah sering bolak-balik inkarnasi melalui raga di bumi, biasanya langsung pergi ke alam jiwa. Tidak sendiri, bareng bersama2 dgn jiwa yg sudah tuak juga yg sama matinya.
Selalu diingat bahwa manusia tidak mati sendirian, di belahan bumi yg lain ribuan orang setiap hari mati. Berangkat ke alam jiwa nanti juga bersama mereka, sesuai tingkat jiwanya (per kloter).
Itu kematian buat jiwa yg sudah berpengalaman.
Untuk jiwa-jiwa yg relatif masih belia, biasanya tidak langsung pulang ke alam jiwa. Masih dikitaran rumah dan keluarganya, umumnya sampai 40hari.
Ritual keluarga setelah kematian anggota keluarga sampai 40hari, dimaksudkan untuk itu, mengingatkan almarhum.
Kadang terjadi jiwa yg raganya sudah mati, tidak sadar kalau dirinya sudah mati.
Diharapkan dgn diadakan ritual kematian sampai seminggu dan hari yg ke 40, membuat jiwanya sadar dan mau pulang ke alam jiwa.
Jika itu berhasil, biasanya anggota keluarga yg ditinggalkan terasa lega hatinya dalam artian dah tidak terlalu teringat pada almarhum.
Kalo gagal di hari yg ke 40, ritual kematian di hari ke 100, diharapkan berhasil menyadari almarhum agar mau pulang.
Selain itu, ada jiwa yg belum mau pulang ke alam jiwa. Penyebabnya karena masih penasaran atau terlalu banyak berbuat salah sehingga takut pulang ke rumah.
Takut pulang ke alam jiwa.
Jiwa seperti ini, kadang tidak sengaja terlihat oleh orang yg masih hidup.
Kejadian seperti itu kita mengenalnya dgn sebutan "hantu".
Hantu adalah jiwa yg belum pulang ke alam jiwa karena masih penasaran atau merasa banyak salah.
Sementara sampai disini dahulu, besok diteruskan kembali. Insyaallah.
Terima kasih, wassalam.
Komentar
Posting Komentar