Hukum Karma Menembus Ruang dan Waktu

Saya kelahiran 20 september 1994, calon istri saya kelahiran 6 maret 1990, udah pasti jodoh kan? Shio Ayam dengan Shio Kuda memang cocok, tapi yang namanya cocok itu belum tentu jodoh. Cocok dengan jodoh, dua hal yang berbeda. Itu sebabnya banyak yang berjodoh sama yang gak cocok. ( *salah satu fenomena yang ada)

Jodoh lebih disebabkan karena dorongan karma reinkarnasi sebelumnya. Penyelenggara karma sangat piawai membuat skenario ini. Kita menyebutnya, "cinta itu buta". Dibuat sedemikian rupa supaya kita tertarik dengan jodoh yang gak cocok, yang pakek logika dipancing melalui logika, yang pake perasaan dipancing melalui perasaan. Udehan sih yang pake nafsu, gampang beeeuuud dipancingnya, pake tetek atau pantat.

Melihat ~> mendekat ~> terikat ~> melekat. Kata lain umpan dimakan. Kawin deh. Entar sudah lima tahun ke atas baru nyadar kawin sama yang gak cocok, ribut mulu. Kadang perkawinan gak nyampe setahun sudah nyadar kagak cocok. Hukum karma gak pernah gagal menjatuhkan pidananya kepada semua jiwa terinkarnasi. Hukum karma melewati batas ruang dan waktu. Kamu bisa lari tapi tidak bisa sembunyi. Terserah kamu bilang balasannya di akherat nanti atau reinkarnasi. Intinya sama.

Kalau memang karma pertemuan kita baik, gak kudu ngerti fengshui, ramalan, kwamia, shio, ilmu titen dan sebagainya. Kamu pasti akan berjodoh dengan yg baik. Setelah kawin, iseng2 liat atau ada yang ngomongin gituh, ternyata tanpa disadari kamu "mengikuti saran kecocokan" tersebut. Kalau memang karma pertemuan kamu gak baik, kamu gak bakalan diberi tahu tentang shio atau kecocokan antar pasangan lainnya. Supaya semuanya terjadi, kita menyebutnya "takdir". Dikasih tahu juga gak bakalan percaya kalo tadirnya buruk. Show must go on.

"Yah.... Kenapa baru ngasih tahu sekarang Om Andi?" Umumnya orang bilang gitu ketika nyadar punya pasangan yang gak cocok, setelah dijelasin. Takdir atau balasan karma, semua tepat waktu. Gak ada takdir atau balasan karma yg ngaret dengan alasan otw. Lantas untuk apa pengetahuan semacam itu kalau gak bisa mengubah takdir atau balasan karma ? Biar kita mengerti sebab akibat terjadinya sesuatu pada diri kita. Dengan mengerti diharapkan kita bisa menerima apa yang terjadi sebagai konsekuensi perbuatan.

Dengan menerima sebagai apa adanya karena sadar kalau semua yang terjadi sekadar konsekuensi perbuatan kita sendiri, itu namanya sudah ikhlas. Sudah selesai. Soal rela gak rela nanti dulu, itu cerita sampe matek ! Sekali lagi, ikhlas dengan rela itu beda. Kita gak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tapi kita bisa mengubah apa yang akan terjadi. Anggap aja yang akan terjadi itu belum "takdir". Gitu kan enak yak. Sharing kepada anak2 kita itu yang paling penting. Mengubah generasi selanjutnya lebih baik lagi.

Lantas bagaimana supaya reinkarnasi nanti kita bisa ketemu dengan jodoh yg cocok ? Mulai sekarang berdamai sama siapa saja. Paling tidak jangan benci apalagi dengdem. Mau ketemu soulmate atau gak, reinkarnasi kedepan kamu akan dapat jodoh yang cocok. Kalau kamu sekarang merasa berjodoh dengan yang tidak cocok, ribut mulu bahkan sampe cerai. Itu karena pasangan kamu pada inkarnasi sebelumnya adalah musuh (bebuyutan) kamu. Gak bisa damai pada kehidupan yang lalu, dipersatukan di kehidupan sekarang.

Komentar

Postingan Populer