Cinta dan Selingkuh

Saya mau jelasin ini yang mungkin gak populer, tapi jangan dibully ya. Begini : Cinta dan selingkuh itu dua hal yang berbeda. Jangan berpikir kalau sudah selingkuh artinya sudah gak cinta lagi. Boleh jadi kita keliru disitu.

Tidak sedikit orang yg selingkuh tapi tetep mencintai pasangannya. "Halah jangan ngarang deh luh oum Andi, masih cinta sih gitu.
Oum banyak menangani kasus-kasus seperti ini, yang selingkuh gak mau bercerai, nyesel dah selingkuh. Hihii..

Bahkan ada perempuan yang mewek-mewek di depan oum merasa dikejar dosa, ngaku selama berumah tangga selingkuh tanpa setahu suaminya sampai suaminya meninggal dunia ! Kita berpikir selama ini melulu cuma lelaki yang bisa selingkuh. Informasi sudah berimbang kan ?

Lantas mengapa kok bisa selingkuh ? Kita bisa coba cari tauk dengan pendekatan ilmu pengetahuan, cara kerja otak atau apalah-apalah dan dengan pendekatan konsep reinkarnasi dan karma. "Halah bosen, dikit2 reinkarnasi, dikit - dikit reinkarnasi, reinkarnasi kok dikit - dikit."

Ya udah oum gak terusin. "Tuh luh sih nyolot bae, si oum jadi ngambek tuh." "Lagi pms oum, gampang beud dah ngambeknya.?" Au ah elap. "Cie cie si oum ngambek niyee..." "Wudlu dulu oum, kalik ajah setan ngambeknya kabur" Hemm ....

Penyebab terjadinya perselingkuhan karena karakter orangnya baik cowok maupun cewek. Sudah bawaan orok. Biasanya ini dah dilakukan sejak pedekate, dan masa-masa pacaran. Pacarnya kagak cuma satu. Celakanya, sudah pernah ke pergok sama pasangannya, minta maaf.

Dimaafin, singkat cerita kawin dah. Hehehe ... dah kawin ngulangin lagi, selingkuh. Lantas siapa yang salah.? Bukan kamu, bukan pasanganmu juga bukan orang pihak ketiga. Yg salah mungkin Dilan. Dilanda kesel, karena nyesel. Prets luh oum.!" "Eh jangan dipotong tuh tulisan si oum, entar ngambek lagi lu de'e, dah tunggu abis dulu sambil cari-cari de'e salah nulis buat dibully." Heehee...

Pemicunya sikap orang tersebut atas lintasan pikiran liar dalam menanggapi sikon. Ini bisa dialami oleh orang yang memang karakternya selingkuh sejak dalam kandungan maupun orang yang pada dasarnya tidak punya bakat selingkuh. Disini harus dibedakan.

Bagi yang berwatak selingkuh gak mengenal rumah tangga atau keluarga yang harmonis atau tidak harmonis. Selingkuh baginya gak berkaitan dengan itu, selingkuh baginya yang penting ada kesempatan. Menganalisis perselingkuhan dari perspektif keharmonisan, bisa salah.

Bagi yang gak punya bakat selingkuh yang pada akhirnya jatuh dalam perselingkuhan, ini sangat erat hubungannya dengan keharmonisan rumah tangga. Ribut dengan pasangan yang berlarut-larut yang tidak terselesaikan, masuk kedalam sikon yang menciptakan lintasan pikiran liar.

Pasangan bisa ikut bersalah atas terjadinya perselingkuhan. Kena pasal baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama turut menciptakan perselingkuhan. Selingkuh semacam ini yang saya maksudkan diawal tulisan Oum, berbeda dengan sudah tidak cinta. Masih saling mencintai.

Ribut soal perselingkuhan model kedua ini kebih disebabkan karena emosi. Kalau sudah gak cinta kan ngapain juga kudu ribut2 apalagi ditayangin di medsos, iyakan? "Gimana gak emosi, wong de'e sampai punya anak. Kalau gitu gimana oum. Hayo.... jawab un_mingkem !?"

Bhuahahahaha un_mingkem, entar oum Andi mingkem neh. Bagi yang gak punya bakat selingkuh yang pada akhirnya jatuh pada perselingkuhan biasanya karena lagi lupa diri. Hal yang bersifat temporer semacam cekcok dalam rumah tangga melarikan diri atas petunjuk pikiran liar.

Kebetulan ketemu sama orang yang mau diselingkuhin, biasanya sih atas nama "senasib", sikon menunjang jadi deh selingkuh. Istilah Jakarta (gak tepat sih) sikon tsb disebut "lapar mata" sebenarnya gak suka juga sih. Tapi biasalah bilangnya "terpaksa".

Bagi kamu - kamu orang yang gak punya bakat selingkuh namun karena satu dan lain hal pada akhirnya selingkuh, tapi bisa mengakhiri sebelum ketahuan, bersyukurlah kepadaTuhan. Jangan malah munafik, ikut nyinyiran orang yang lagi kena "musibah". Kayak yang gak pernah aja.

Bagi kamu - kamu orang yang gak punya bakat selingkuh namun karena satu dan lain hal pada akhirnya selingkuh dan sampai saat ini masih selingkuh, akhirilah dengan baik. Mumpung belum ketahuan, inget kata oum Hotman tentang buaya darat, keluargamu menantimu di rumah.

Itu kan oum Hotman ngomongin lelaki yak, karena de'e lelaki, intinya ngomong buat diri sendiri. Ini berlaku juga buat wanita, jangan sampai mewek-mewek nyesel gak berubah masih selingkuh sampe lakiknya meninggal seperti awal-awal tulisan oum.

Bagi kamu-kamu yang masih indehoy, maafkan semua kesalahan pasangan kamu, kecuali manakala de'e selingkuh, menduakan bahkan mentigakan hati. Tiada maaf bagi orang yang masih indehoy ajah sudah selingkuh. Itu untuk mencegah terjadinya perselingkuhan dikemudian hari. Kalau ini dilakukan pun, tidak tertutup kemungkinan terjadinya perselingkuhan dikemudian hari. Apa lagi memberi kesempatan berubah jika terjadi soal perselingkuhan saat indehoy. Kehidupan memang brengsek. Sengsara.

Sekarang kita tinjau perselingkuhan dengan pendekatan reinkarnasi dan karma. "Halah entar ajah oum, bahasan ini ajah gue masih puyeng." Yaudah dikunyah ajah dulu, enak ditelan gak enak dilepehin aja. Sebelum dilanjutkan ke kelas reinkarnasi dan karma, oum selipin dulu ya, anekdot perselingkuhan yang pernah oum twit, terutama buat yang belum tau. "Dah lah oum, langsung tulis saja jangan pakek kata pembuka segala. Lebay tauk.!" Yang pms jadi kamu, gantian.

Seorang istri yang sudah sekarat kena kanker stadium 4 mau ngaku dosa sama suaminya, soal perselingkuhannya selama hidup bersama. Buktinya ada dalam petty cash yang minta dibukain sama suaminya. Dalam petty cash tersebut ada bola tenis tujuh buah.

"Mas, itu bola-bola tenis saya beli dan masukkan ke dalam petty cash setiap saya habis selingkuh. Mohon maafkan saya." kata istrinya memelas. Suaminya hitung, lah cuman 7 kali selingkuh, masih banyakan gue, mbatin. "Saya maafkan kamu". Katanya penuh kasih.

"Manusia gak lepas dari salah dan dosa" lakinya khotbah singkat. "Lantas ini ada uang rupiah dan dollar, maksudnya apa?" nanya kepada istrinya dengan lembut sambil membelai kepala istrinya yang sudah dibotakin. So sweet. Ngembeng air mata istrinya, masih ada cinta.

Itu petty cash kan kecil, kalau sudah gak muat dimasukin bola tenis, bola tenisnya dituker pake rupiah, kalau rupiah sudah kebanyakan, dituker pake dollar" jelas istrinya. Langsung hujan, eh ngocor air matanya, mewek sesegukan.

*Musik why do you love me, perlahan...

Jumlah jamleh lakinya kaget, lah gue kalah banyak selingkuhnya sama bini gue. Kena angin duduk, piansui, langsung matek ditempat, orang bilang begitu padahal heart attack, serangan jantung. Biasa sport jantung kalau lagi selingkuh takut ketahuan bininya.

Gak lama lakinya mati, istrinya menyusul berpulang ke rahmatullah. Bersama mereka menuju akherat, ke alam jiwa untuk sementara beristirahat. Sudah capek maen sandiwara di dunia yang fana ini. Nunggu peran baru menjadi wanita soleha dan pria yang shalih.

Untuk bertemu kembali, disini, di dunia ini, saat nanti reinkarnasi dgn skenario hidup yang lebih baik lagi. Sebagai keluarga yang samawa.

Semoga.

"Kutunggu kau di pintu surga" mereka pun berpisah. Sepasang kekasih yang gak pernah menjadi suami istri. Mereka melanjutkan kehidupannya nafsi-nafsi, sampai mati. Banyak yang ngalamin love story kayak gitu, mungkin juga Charles dan Camila yang terinkarnasi lagi.

Sorga itu pintunya 8, boleh jadi saat reinkarnasi salah pintu nunggunya. Akhirnya Pangeran Charles keburu kawin sama Lady Diana yang masuk sorga di pintu yang sama. Ketemu lagi dengan Camila, Aha.! Ini soulmate gue, ngebatin Oum Charles. Lady tau diri.

Kira-kira gituh kalau perselingkuhan dilihat dalam konsep reinkarnasi dan karma. Berkaitan dengan karma kehidupan masa lalu yang belum tuntas. Kayak mbak Nyla deh gitu yang disebarin duit sama bu Dendy. Ini sulit dihindari, dengan pendekatan agamapun gagal !!

Bapak Mahfud MD pernah ngomong dalam acara ILC, ada pak Kyai yang selingkuh sama santrinya, ada istri Kyai yang selingkuh sama santri bahkan mereka bersama-sama membunuh pak Kyai dan menguburkannya di dalam kamar pak Kyai, lama baru ketahuan.

Jangan, jangan menyalahkan agama. Ini cerita manusia berkaitan dengan karma yang gak bakalan tersentuh oleh agama, jika kamu menganggap agama bisa menyelesaikan dengan baik. Pengaruh dorongan karma masa lalu berkaitan dengan perselingkuhan itu kuat sekali, bisa lari tapi tidak bisa sembunyi. Suatu saat pasti, cilukba. (Kata mbak saya yg cantik).

Umumnya terjadi tanpa disadari, ibarat maling pada malam hari. Lagi lelap tertidur, datang menghampiri, bangun pagi dah jatuh cinta. Kepikiran si doi. Aha.! Dunia yang sama jadi terlihat berbeda. Itu umum yang terjadi.

Ada yang khusus terjadi, biasanya yang tau tentang reinkarkasi cuma gak paham, gak belajar boleh jadi. Apapun yang gak belajar, tau cuma sedikit-sedikit bisa ngacauin diri sendiri juga yang terkait dengannya. Seperti yang terjadi dalam agama belakangan ini.

Yang begini, yang merasa spirituil hehehe ... yg menganggap ada hubungan khusus berkaitan dengan reinkarnasi terdahulunya merasa punya tugas menuntaskan perjalanan hidupnya. Padahal masing2 sudah punya laki maupun bini. Anak juga sudah pada gede. Lupa diri.
Intinya terjadi keributan (bisa besar) misalnya selingkuh dsb. Banyak berbuat baik dan mudah memberi maaf mungkin bisa menyelamatkan.

Dimulai dari merasa sebagai kakak-adik atau orangtua-anak, guru-murid, yang akan menuntaskan kehidupan masa lalunya, sering jalan bersama, lama-lama cioman deh. Terus main doktel-doktelan, dilanjutkan maen mama-papa. Hemm ...

Akhir kata berkaitan dengan perselingkuhan : terlalu banyak jebakan dalam kehidupan.

Komentar

Postingan Populer