Ibrah Dari Hari Raya Qurban
Biasanya kalau Iedul Adha yang banyak dibahas tentang Nabi Ibrahim. Ibrahim satu akar kata dengan ibrah, i'tibar. I'tibar artinya menyebrangkan dari satu tepian sungai ke lain tepian sungai.
Maksudnya ketika kita melihat kejadian pada orang lain (kejadian buruk maupun kejadian baik), kita bisa nyadar diri kalau kejadian itu bisa juga terjadi pada diri kita. Kata lain dari Tat Twam Asi. Kau sebagaimana juga Aku. Kau = Aku
Jarang yang membahas tentang Ismail yang bersedia disembelih oleh bapaknya. Gimana coba kalau Ismail atau Iskak nggak mau disembelih sama bapaknya? Secara Nabi Ibrahim mau menyembelih anaknya cuma gara - gara ngimpi doang?
I'tibar, ibrah dari nabi Ibrahim itu adalah keseluruhan kisah nabi Ibrahim, termasuk kisah anaknya. Kisah antara orangtua dengan anak. Bahwa orangtua gak boleh arogan kepada anaknya meski "perintah Allah", kudu dibicarakan baik baik. Ini yang sering kita lupa pada anak kita.
Suka memaksakan kehendak !
Sedangkan qurban terdiri dari huruf qof, ro dan ba. Dari huruf qof, ro dan ba itu menjadi kata qurban bisa juga qorib (dekat) dan taqorub proses mendekatkan diri yang salah satunya dijadikan acuan buat pacaran syar'i.
Qurban dimaksudkan agar muslim mendekatkan diri pada Allah, menjalankan perintahNya. Dikenal dengan sebutan Hablumminallah. Sisi lain, berqurban berarti berbagi rezeki antar tetangga dan masyarakat sekitar biar hubungan menjadi akrab, kita kenal dengan istilah Hablumminannaas.
So ritual Iedul Adha yang dibarengi dgn berkurban adalah ibrah, i'tibar agar kita lebih dekat lagi kepada masyarakat sekitar tanpa memandang ras, karena daging kurban itu boleh diberikan kepada non muslim. Dekat dengan masyarakat, salah satu jalan menuju lebih dekat kepada Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar