Teori Six Degrees Of Separation
Teori itu dikenal dgn : six degrees of separation. Teori yang menyatakan bahwa setiap manusia mempunyai hubungan dengan manusia lain, hanya terpisah sejauh 6 orang.
Maksudnya begini : Si Fulan punya teman A, A punya teman B, dan seterusnya sampai F (enam tingkatan). Fulan ~> A ~> B ~> C ~> D ~> E ~> F. Proses pertemanan/hubungan si Fulan dgn A akan sampai pada si F, ABCDEF itulah networking si Fulan. Berkaitan dgn tetangga baru itu, saya lacak networkingnya, ketemu ! Dimulai dari punya tetangga saya yg punya teman sekampung dst.
Saya ~> Uus ~> Ukung ~> Joko ~> Amid ~> Leny ~> Ibrahim (tetangga yang saya ceritakan). Uus dan Ukung, teman main dan teman ngaji. Ukung dan Joko teman kuliah dan teman sekantor. Joko dan saya jadi teman sekantor. Amid dan Leny Bos dan anak dimana saya kerja. Ibrahim bekerja di perusahaan Leny. Ibrahim pernah bertemu saya disana. Sekarang jadi tetangga dah puluhan tahun berpisah. Dunia ini kecil, katanya.
“Tunggu mah, kayak nya papa kenal. Itu kan si Swie Bie yak, bapaknya rekan bisnisnya pak Nyoto, bos papa yang di Semarang.” Tiati loh mah, de’e pacarnya banyak. Orangnya si baek, royal. Cuman doyan perempuan. Teman istri saya ternyata banyak juga teman kerja saya. Kalo istri saya lagi cerita rekan bisnisnya, kemudian ternyata orang itu pernah juga berhubungan dengan saya, biasanya saya lacak networkingnya dan ketemu ! Teori six degrees of separation, bagi saya sampai sekarang itu, benar adanya. Bahwa kita saling terhubung satu sama lain.
Teori itu juga gak linear dalam arti banyak cabangnya, misal : Fulan ~> A ~> B ~> R ~> S ~> X ~> Jokowi. Dari sini networking si Fulan bisa nyampe ke Jokowi. Fulan bisa jadi wapres ! Teori itu juga menyebutkan bahwa setiap orang bisa terhubung dengan seluruh manusia di bumi hanya dengan enam tingkatan pertemanan/networkng. Dan ini yang dipakai dalam mempertemukan dan menyelesaikan interaksi karmaphala antar manusia. Dorongan past life.
Untuk saling memberi atau saling mengambil. Untuk saling mengangkat atau saling menjatuhkan. Untuk saling menguntungkan atau saling merugikan. Untuk saling membahagiakan atau saling merugikan. Kita terhubung dengan semua manusia. Sekolah di pesantren tidak mustahil terhubung dengan presiden amrik. Pun sebaliknya, kuliah di LN mungkin terhubung dgn debt Collector disini. Cerita belum sudah sebelum matek.
Komentar
Posting Komentar