Prinsip Pareto

Prinsip Pareto juga berlaku pada hubungan antar suami-istri, orangtua-anak, kakak-adik dan dengan orang2 sekitar termasuk di medsos. Bahwa 80% suka 20% tidak suka, atau 80% tidak suka 20% suka. Disebut suka bukan 100%, pun sebaliknya.

Disebut cocok atau tidak cocok (ciong dalam hubungan shio) karena probabilitasnya, bukan 100% cocok atau 100% tidak cocok. Itu sebabnya meski merasa cocok gak lepas dari kemungkinan bisa senggolan yg membuat jadi marah. Lupa pada 80% yang cocoknya, jadi cekcok.

Itu juga sebabnya pada suami/istri yang gak cocok bisa mengkhatamkan hubungan suami/istri sampai matek, gak cerai hidup maksudnya. Meski sering ribut ra uwis-uwis, awet rajet sok jalmi kate orang sunda . Damei gak bisa, bercerai ogah.

Jangan berbangga diri karena mampu mengelola hubungan keluarga yg harmonis, nyaris kagak pernah ribut (besar). Adanya 20% ketidakcocokan itu potensi keributan yg bisa membuat perceraian dan keluarga menjadi berantakan karenanya.

Lantas apa yang menyebabkan keluarga menjadi harmonis selain kecocokan ? Situasi dan kondisi, waktu ! Gak selamanya kita berada dlm 80% yang cocok, ada kalanya harus memasuki 20% yang tidak cocok. Nah saat memasuki 20% yang tidak cocok kita sedang tidak bersamanya !

Suami/istri sedang bekerja sehingga tidak sedang bersama. Boleh jadi saat itu diposisi 20% gak cocok. Pulang kerja ketika bersama sedang memasuki 80% yang cocok. Itu penyebabnya selain kecocokan, sikon, waktu, sangat mempengaruhi satu hubungan. Itu juga sebabnya ada suami/istri yg karena pekerjaan jadi jarang bertemu. Tanpa disadari itu upaya agar keluarga bisa langgeng, karena kalau sering bertemu bisa ribut mulu.

Wajar kalau berharap ingin bertemu/berteman dengan orang yang cocok, probabilitas damei dan bahagianya tinggi. Tapi kita tidak dapat menghindari orang yang tidak cocok bahkan sebagai suami/istri atau anak sendiri.

Yang paling penting, amati. Apakah suami atau istri kita termasuk yang cocok sama kita atau tidak, saat pacaran kadang tidak terlihat. Kalau tidak cocok kita bisa fokus di 20%, kita diberi kemampuan untuk itu yang kadang tidak kita manfaatkan. Dan yang paling penting dari semua itu, hubungan kita dengan anak. Karena karma masa lalu kadang kita harus memiliki anak yang tidak cocok dengan kita. Musuh bebuyutan masa lalu yang berjumpa kembali untuk saling berbalas karma. Kita bisa damei dengan modal 20% kecocokan.

Komentar

Postingan Populer