Jiwa Tingkat Lanjut (Advanced Soul)

"Seseorang harus lapar untuk menghargai makanan, merasakan kedinginan untuk memahami pentingnya kehangatan, dan menjadi anak-anak untuk melihat nilai-nilai dari orang tua” ~ Thece (an old and advanced soul).

Bila diurut dari yang jumlahnya paling besar, penghuni planet Bumi didominasi oleh jiwa-jiwa tingkat pemula (beginner), lalu menengah (intermediate), kemudian yang paling sedikit jumlahnya adalah jiwa-jiwa tingkat lanjut (advanced). Ingat, ya... tiga pembagian ini bukan dari sisi usia, tetapi dari sisi pencapaian. Apakah jiwa-jiwa yang sudah tua usianya (old souls) sudah pasti berada di tingkatan lanjut (advanced level)?

Belum tentu. Jiwa yang berusia tua tidak memiliki jaminan bahwa pencapaian kedewasaannya sudah di tingkat lanjut (advanced), bisa saja ia masih mandek di level menengah (intermediate) karena terganjal pelajaran tertentu. Lalu, seandainya pertanyaannya dibalik: Apakah jiwa-jiwa tingkat lanjut (advanced souls) itu pasti merupakan jiwa-jiwa yang telah berusia tua (old souls)?
Jawabannya, hampir bisa dipastikan bahwa jiwa-jiwa yang telah mencapai tingkatan lanjut (level 5, 6, bahkan level di atasnya) adalah jiwa-jiwa yang sudah tua usianya.

Alasannya...

....sebagaimana yang telah saya sebut di utas sebelumnya, bahwa perjalanan jiwa utk berkembang menuju tingkat lanjut dan mencapai kedewasaan sempurna adalah perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Peningkatan jiwa dari level ke level membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bisa saja jiwa harus menjalani puluhan ribu bahkan ratusan ribu inkarnasi untuk mencapainya. Lama. Lama sekali. Bila usia planet yang dihuni untuk menjalani inkarnasi sudah tak kuat menyangga kehidupan di atasnya, maka destinasi inkarnasi selanjutnya adalah di planet lain, termasuk planet-planet yang berada di luar galaksi Bima Sakti (Milky Way) yang kita huni sekarang ini.

Jadi, terjawab ya... mengapa Tuhan menciptakan sekian banyak planet dan galaksi di alam semesta.

Sekarang kita masuk ke ciri-cirinya...
Di antara ciri orang-orang dengan jiwa tingkat lanjut ialah memiliki pemahaman dan kesadaran spiritual yang mendalam. Mereka telah menguasai hal-hal fundamental yang umumnya masih dipelajari oleh jiwa-jiwa tingkat pemula dan menengah. Jiwa-jiwa tingkat lanjut yg masih menjalani inkarnasi memiliki tugas untuk membimbing orang-orang yg level jiwanya berada di bawah mereka. Selain itu, mereka juga mengemban tanggung jawab utk melakukan perbaikan-perbaikan spesifik di Bumi sesuai dgn keahlian yg mereka miliki.

Tampak luar, mereka bisa berprofesi apa saja. Mulai petani hingga pejabat, mulai kuli hingga birokrat. Akan tetapi yang perlu digarisbawahi, banyak di antara mereka yang menjalankan misi dan tugas inkarnasi di jalan sunyi dan sederhana, jauh dari hingar-bingar sorotan publik. Gak mau famous. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan ada jiwa-jiwa tingkat lanjut yang menempuh jalan “ramai”, jalan yang penuh dengan sorotan kamera. Hal ini bergantung dari skenario tugas yang dipilih, juga bergantung dorongan karma(phala) dari kehidupan sebelumnya (past life).

Karakter mereka humble dan tidak dibuat-buat. Tidak haus popularitas, juga tidak mencari-carinya, apalagi sampai melakukan tindakan-tindakan konyol agar terkenal. Sama sekali tidak. Kalau pun jiwa level ini “terpaksa” harus terkenal dan menjadi public figure, hal itu tidak akan merubah prinsip dan pendirian mereka, serta sama sekali tidak membuat mereka bangga. Kebanggaan mereka yang sesungguhnya adalah ketika mereka mampu merangkai kebaikan demi kebaikan yang manfaatnya dapat dipetik oleh orang banyak, tanpa memandang sekat-sekat primordial, tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan.

Jiwa-jiwa tingkat lanjut selalu menyoroti pentingnya perbaikan diri dan peningkatan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka selalu mendorong manusia lain untuk meningkatkan kualitas kesadaran spiritualnya. Umumnya, orang-orang yang jiwanya sudah di level ini tidak begitu mementingkan hal-hal yang sifatnya institusional. Yang mereka pandang adalah isi, bukan kulit. Yang mereka baca adalah makna, bukan sekadar teks. Ciri-ciri lain yang bisa diamati dari jiwa tingkat lanjut adalah kepemilikan rasa toleransi dan kesabaran yang tinggi. Mereka lebih sering menjadi obat bagi jiwa-jiwa yang sedang "sakit".

Bila mereka disakiti, mereka tidak akan membalas. Mereka sudah memahami betul pola penyelenggaran kehidupan ini bahwa yang baik akan dibalas baik dan yang buruk dibalas buruk. Mereka juga memiliki keahlian yang luar biasa dalam penyelesaian masalah, ketenangannya sulit digoyahkan, dan wawasannya luas khanmaen. Namun, level tinggi yang telah mereka capai sepadan dengan besarnya cobaan dan tingginya pelajaran kehidupan yang harus mereka tuntaskan. Semakin tinggi tingkatan, semakin berat ujian.

Mereka selalu memancarkan kebaikan di mana pun mereka berada. Bila mereka hadir di suatu tempat, pancaran kebaikan ini dapat dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka. Jangan tanyakan soal empati dan simpati. Jiwa-jiwa di tingkat lanjut memiliki empati dan simpati yang mendalam terhadap orang lain. Kondisi orang lain akan dengan sangat mudah mereka pahami dan rasakan. Mengapa bisa demikian? Tidak lain karena tingkat kepekaan yang dimiliki oleh jiwa tingkat lanjut sudah cukup kuat, perasaan lembut mereka telah terasah oleh banyaknya kehidupan inkarnasi yang telah dijalani.

Sikap hidup mereka adalah sikap hidup yang penuh kesederhanaan.

Kalaupun mereka berdiri di jalan hidup yang penuh dengan kemewahan, hal itu tidak akan merubah prinsip kesederhanaan dan sikap hati mereka yang tidak silau dengan harta benda. Dermawan? Sudah pasti. Jalan ninja mereka bukanlah jalan yang mementingkan kepentingan pribadi. Mereka... sangat peduli dengan orang lain. Di samping itu, kesadaran tinggi yang mereka miliki menuntun mereka pada tahap kesadaran bahwa tak ada kebetulan di dunia ini, semua yang terjadi pasti memiliki alasan. Ada makna di balik setiap peristiwa. Semakin tinggi level jiwa, maka semakin berkurang frekuensi inkarnasinya. Frekuensi inkarnasi jiwa-jiwa tingkat lanjut sudah tidak sesering jiwa tingkat menengah dan pemula.

Jiwa-jiwa tingkat lanjut yang masih melakukan inkarnasi dan sudah mengemban tugas sebagai pembimbing, secara otomatis memikul dua tanggung jawab sekaligus, yaitu (1) membimbing jiwa-jiwa lain di alam jiwa, dan (2) melakukan inkarnasi untuk menuntaskan pelajarannya sendiri. Umumnya, ketika sudah mencapai level 6, kebanyakan jiwa sudah tidak menjalani inkarnasi lagi. Mereka tetap tinggal di alam jiwa dengan tugas-tugas tertentu, di antaranya membimbing jiwa-jiwa yang masih belia untuk terus tumbuh dan berkembang.

Namun, ada jiwa-jiwa tingkat lanjut yang sebenarnya sudah tidak punya kewajiban menjalani inkarnasi, akan tetapi memilih tetap melakukan inkarnasi. Jiwa-jiwa ini disebut dengan ...Jiwa-jiwa Bijak (The Sages/The Wise Souls). Mengapa mereka memilih tetap menjalani inkarnasi walaupun sebenarnya tak ada kewajiban untuk melakukannya? Jawabannya adalah karena mereka memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap lokasi di mana mereka sering menjalani inkarnasi, misalnya seperti di Bumi.

Mereka memiliki kepedulian kuat terhadap planet yang selama ini menjadi tempat bagi mereka untuk berlatih dalam rangka pengembangan kedewasaan dan juga kecerdasan. Di Bumi, Jiwa-jiwa Bijak (The Sages) merupakan pengamat sejati. Mereka turun ke Bumi untuk mengawasi apa saja yang terjadi di planet ini. Selain menjadi pengawas di Bumi, Jiwa-jiwa Bijak (The Sages) memilih untuk membantu (jiwa) orang-orang secara langsung. Mereka (The Sages) biasanya memilih kehidupan sederhana. Literally. Hal-hal yang bersifat materi sama sekali tidak membuat mereka tergoda.

Mereka juga tidak menyukai kebisingan dan hingar-bingar kota-kota besar. Mereka lebih suka untuk tinggal di desa-desa atau kampung-kampung, ada beberapa yang memilih sebagai pengelana. "Kisanak... hendak pergi ke mana gerangan, kisanak?" The Sages cenderung memilih untuk menemani orang-orang biasa, menenteramkan hati mereka, dan menguatkan mereka dalam menjalani kehidupan. Orang-orang dengan tingkatan Jiwa-jiwa Bijak (The Sages) ini agak sulit ditemukan, karena jumlahnya sangatlah sedikit di Bumi. Langka...

Ketika seseorang berhasil bertemu dengan salah seorang dari The Sages, ia akan merasakan sebuah kehadiran yang istimewa. Energi dan vibrasi yang dipancarkan terasa begitu teduh, damai, dan menenteramkan. Hal ini tak lepas karena The Sages memiliki kemampuan memahami orang lain dengan sangat luar biasa. Nasihat-nasihatnya sungguh bijaksana. Pertanyaan selanjutnya, apakah masih ada tingkatan jiwa di atas Jiwa-jiwa bijak (The Sages) ini? Jawabnya, ada.

Di atas Jiwa-jiwa bijak (The Sages) masih ada jiwa-jiwa tua yang memiliki posisi lebih tinggi, mereka ini disebut dengan Para Tetua (The Old Ones/The Elders).

Siapakah mereka?

Lanjut besok yaaa... Eaaa.

Salam Damai

Komentar

Postingan Populer